Terbang Semakin Aman Dengan 4 Aplikasi Pendukung Pilot Drone

pilot drone

Proses persiapan drone bisa dibilang proses yang memakan waktu. Persiapannya bukan cuma soal mengisi daya baterai, masukkan ke tas, lalu pergi ke lokasi. Tapi perlu juga bagi pilot drone agar mempersiapkan sesuai area terbangnya. Namun tak perlu khawatir, karena terdapat aplikasi pilot drone yang bisa mempersingkat proses ini. 

Sebelum adanya aplikasi drone, resiko drone selama di udara sangatlah tinggi. Karena pilot cuma mengandalkan pengamatan area ala kadarnya sehingga resikonya besar pada keamanan pilot, drone, dan izin setempat. 

Disisi lain, pastinya pengetahuan mengenai penerbangan drone pun sudah sangat memadai berkat materi sertifikasi drone. Materi mengenai tahapan penerbangan sampai ke komponen pun sudah diberikan dari instruktur ahli. 

Aplikasi ini bukan cuma mempersingkat persiapan saja, tapi untuk memantapkan materi ketika praktek sungguhan. Maka dari itu lebih baik ketahui aplikasi ini yang bisa digunakan di smartphone maupun laptop. 

Berikut Jenis Aplikasi Pendukung Pilot Drone

  1. Forecast Weather / Aplikasi Cuaca
pilot drone

Cuaca menjadi faktor penerbangan udara yang penting untuk diperhatikan pilot. Fungsinya bisa menunjukkan kondisi cuaca secara mudah dipahami di aplikasi. Menggunakan aplikasi ini, pilot bisa memperkirakan cuaca sekarang, beberapa jam kemudian, dan perkiraan esok hari. 

Dalam aplikasi ini, pilot drone akan mendapat keterangan cuaca di tempat terkini.

Keterangan cuaca yang mesti diketahui yaitu:

  • Wind speed / kecepatan angin
  • Direction / Arah angin
  • Temperature / Suhu di lokasi
  • Precipitation / Kelembaban
  • Visibility / Jangkauan penglihatan 
  • Cloud Coverage / cakupan awan
  • Keterangan cuaca di jam berikutnya. 

Keterangan sebanyak itu bisa pilot dapatkan dalam satu layar smartphone ketika hendak terbang. Apalagi jika pilot pemula yang belum bisa membaca cuaca sama sekali. 

Nantinya aplikasi akan menilai lokasi terbang apakah aman atau tidak. Misalnya lokasi tidak direkomendasikan karena kecepatan angin yang lebih dari 30 mph, jelas bisa membahayakan drone. Itupun bergantung pada seberapa kuat drone bisa menahan angin di ketinggian tertentu. 

Untungnya aplikasi prakiraan cuaca khusus drone sudah banyak tersedia, beberapanya yakni Drone Cast dan Drone Assist. Nantinya pilot bisa gunakan aplikasi untuk memastikan kondisi terkini ketika sampai di lokasi terbang. 

  1. Fly Zone / Drone Adviser / Panduan Izin Drone

Salah satu sesi materi pelatihan drone, yakni safety drone amat penting agar mengetahui seberapa aman area terbang secara regulasi. Meski pilot sudah mengetahui area yang perlu dihindari, tetap saja pilot cuma bisa memperkirakan apa area terbangnya dekat dengan tempat rawan atau tidak.

Aplikasi kedua ini berfungsi untuk menjamin area terbang drone secara regulasi. Sehingga pilot drone tak perlu lagi hanya mengira-ngira seberapa aman area terbangnya. 

Beberapa aplikasi yang bisa membantu pilot yakin keamanan areanya yaitu Drone Cast dan Air Map. Kedua aplikasi tersebut bisa menampilkan area pilot berada serta area larangan terbang. 

Misalnya setelah menggunakan aplikasi ini, pilot jadi mengetahui kalau area terbangnya  masuk dalam radius larangan karena dekat bandara. Dengan begitu pilot bisa lebih cermat supaya mencari lokasi lain menerbangkan drone dengan aman.

  1. Wifi Analyzer / Pendeteksi Intervensi Sinyal

Aplikasi berikutnya semakin melengkapi penerbangan drone yang aman dari sisi sinyal. Karena kendali drone sangatlah mengandalkan sinyal wifi. Meskipun, teknologi transmisi seperti dual band terbaru sudah mumpuni, tetapi masih rentan karena dipengaruhi sinyal lain. 

Contohnya aplikasinya yaitu Wifi Analyzer yang bisa digunakan sebelum drone take-off. Aplikasi ini berguna untuk mendeteksi seberapa kuat wifi drone dan mendeteksi sinyal wifi di sekitar. Nantinya pilot bisa memperkirakan apakah intervensi sinyal dron di area tersebut apakah mengganggu atau tidak.

Aplikasi sejenis ini juga bisa mendeteksi banyak sinyal sekaligus. Serta kekuatan masing-masing sinyal dari yang dipancarkan drone maupun dari tempat lain. Sehingga pilot bisa lebih cermat dalam memastikan intervensi yang akan dialami ketika drone terbang. 

  1. Drone Simulator

Baik pilot pemula maupun yang jam terbangnya sudah tinggi, masih perlu menggunakan aplikasi ini. Anggaplah hendak menerbangkan drone dengan membentuk pola tertentu, daripada langsung menerbangan dengan konsisi asli, lebih baik pakai simulator. 

Misalnya pola terbang membentuk angka delapan sambil menambah elevasi. Kalau langsung di kondisi sebenarnya, bisa membuang waktu serta adanya resiko rusak. Seandainya dilatih dengan simulator, pilot bisa lebih luwes mengatur controller, tak ada resiko gagal, dan siap terbang di kondisi sebenarnya.

Pilot tinggal download aplikasinya untuk smartphone atau laptop. sedangkan controllernya bisa menggunakan remote drone yang dihubungkan ke laptop. Dengan begitu, pilot drone pemula maupun ahli bisa melatih menggerakan drone.  

Aplikasi simulator drone mudah ditemui saat ini, bahkan sampai tersedia berdasarkan jenisnya seperti drone FPV dan drone racing. Bagi pengguna DJI, tersedia DJI Flight Simulator yakni simulator menyediakan berbagai drone dji dengan simulasi misi dan manuver terbang. 

Keempat jenis aplikasi pilot drone tadi memang dibuat untuk memudahkan persiapan menerbangkan drone. Mau itu untuk penerbangan rekreasi atau profesional, kecermatan pilot mengenal area terbangnya akan lebih sempurna jika menggunakan aplikasi-aplikasi tadi. 

Related Articles

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *