Pilot Drone Berlisensi Sidopi, Apa Fungsi SIDOPI?

Fungsi Sidopi

Sekarang ini menjadi pilot drone profesional sangat mungkin diraih dengan adanya banyak pelatihan. Jika para pilot telah mengikuti CASR 107, maka pengetahuan dasar penggunaan drone bisa dibilang telah mumpuni. Tinggal tahap selanjutnya yaitu mendaftarkan drone dan pilot ke Sidopi. Apa Fungsi Sidopi?

Sidopi merupakan singkatan dari Sistem Registrasi Pesawat Nirawak dan Pilot (Drone) yang dibuat oleh Dirjen Perhubungan Udara. Sistem ini berfungsi untuk para pilot dan drone nya bisa teregulasi oleh pemerintah. 

Sebelum adanya Sidopi, jumlah pengguna drone sangat lah banyak dan tidak terdaftar. Dikutip dari kompas.tv, terhitung pada April 2021, jumlah drone yang terhitung sebanyak 15.000 drone yang beroperasi dan belum terdaftar di Indonesia. 

Harapannya, fungsi Sidopi akan membantu para pilot lebih leluasa untuk menerbangkan drone ketika di lapangan. Fungsi lainnya membantu dirjen perhubungan untuk mendata pilot dan dronenya jika terjadi hal yang tidak diinginkan.

Apalagi pilot drone di perusahaan yang tentunya akan membutuhkan lisensi dari negara. Agar pilot bisa dipercaya ketika dibutuhkan untuk keperluan perusahaan seperti inspeksi

Sertifikasi CASR 107 dan sertifikasi Sidopi, apa bedanya? 

Meski sama-sama mengeluarkan sertifikasi, tetapi terdapat perbedaan posisi pada keduanya. CASR 107 menjadi pijakan awal pilot drone profesional dengan akan diberikannya materi dan praktek untuk pilot dan materi drone. Sertifikasi bisa diikuti oleh perusahaan atau komunitas yang menyelenggarakan. 

Sedangkan Sidopi yaitu tahap yang perlu diikuti setelah CASR 107. Dengan menyertakan sertifikat CASR 107, nantinya proses registrasi baru bisa diproses dan akan mendapat sertifikat baru yang diakui negara. Sebaiknya pilot drone mendaftarkan diri dan drone miliknya ke Sidopi.

Jika telah mendapat sertifikasi Sidopi, selanjutnya pilot akan memiliki dua sertifikat. Sertifikat yang pertama yakni ter lisensinya pilot dan yang kedua yaitu lisensi untuk drone. Tetapi lisensi untuk drone berlaku pada satu model drone saja. Sehingga jika drone yang dimiliki lebih dari satu, maka setiap drone perlu didaftarkan Sidopi agar punya lisensi masing-masing.

Syarat-Syarat:

Nantinya pendaftar bisa memilih mau mendapatkan lisensi untuk pilot atau pada drone. Beberapa dokumen perlu disiapkan nantinya untuk diupload ke form registrasi. Terdapat pula dokumen yang perlu diunduh di website untuk kemudian diisi oleh pendaftar.

Tahapan pendaftaran

Pendaftaran ini bisa dilakukan secara online. sehingga bisa dilakukan kapanpun tanpa meluangkan waktu ekstra dibanding pendaftaran offline. Meski begitu terdapat beberapa tahapan yang nanti perlu dilewati, seperti:

  1. Membuat akun di web Sidopi (klik disini)
  2. Mengisi Data Pendaftaran 
  3. Melampirkan Dokumen Persyaratan
  4. Proses verifikasi dokumen oleh Tim Drone Kemenhub
  5. Pemberitahuan tanda pendaftaran
  6. Proses verifikasi oleh Pejabat Kemenhub terkait
  7. Tanda pendaftaran Drone diterbitkan

Ketika sertifikat telah selesai, nanti sudah bisa diunduh oleh pendaftar di website Sidopi. 

Sertifikat yang dikeluarkan Sidopi dan diakui negara ini akan memiliki masa berlaku tertentu. Untuk lisensi pada drone memiliki masa berlaku tiga tahun. Sedangkan untuk pilot, akan memiliki lisensi yang berlaku selama 2 tahun yang bisa digunakan sesuai profesinya. 

Fungsi Sidopi ibaratnya hampir mirip dengan STNK dan SIM. Agar kendaraan dan pengendara sama-sama memiliki legal ketika digunakan. 

Lisensi tersebut bisa diperpanjang nantinya dengan mendaftarkan kembali ke Sidopi. Jangan lupakan juga masa berlaku CASR 107 yang berlaku selama 2 tahun ketika memperpanjang Sidopi. 

Related Articles

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *