Kalibrasi Drone Bagian II: Sensor IMU

kalibrasi drone

Jika sebelumnya sudah mengetahui kalibrasi kompas. Komponen selanjutnya yang perlu dikalibrasi ialah Inertial Measurement Unit (IMU). Sebagai bagian dari penunjang kepuasan terbang, mengetahui IMU menjadi bagian penting tentang kalibrasi drone.

IMU merupakan komponen sensor yang dimiliki drone selain sensor kompas. Sedangkan fungsinya yaitu memberikan akselerasi, ketinggian, dan kestabilan sehingga drone bisa bergerak. Selain itu, keterangan fungsi IMU tadi akan ditampilkan ke controller untuk pilot ketahui. 

Singkatnya, Kalibrasi Drone Sensor IMU Berfungsi:

  1. Akselerasi atau kecepatan
  2. Gyrocopter atau kestabilan 
  3. Barometer atau mendeteksi ketinggian

Cara Cek Kondisi Kalibrasi IMU:

Pilot bisa mengetahuinya melalui aplikasi controller untuk segera dikalibrasi, berikut tahapannya:

  1. Menuju pengaturan aplikasi
  2. Lalu pergi ke Advanced Setting
  3. Lanjut ke opsi sensor, dan pilih IMU
  4. Pastikan kondisinya berada di keterangan excellent atau berwarna hijau.

Bagi pilot pemula pasti akan menemukan momen penerbangan dengan pertanyaan “kenapa drone terbang miring?”. Saat itulah berarti peran IMU menjadi penting. 

Kondisi indikator IMU akan berkurang seiring penggunaannya. Ketika jam terbang semakin tinggi tentunya keperluan kalibrasi jadi penting. Demikian juga saat drone tidak mengudara dalam waktu yang lama, kebutuhan kalibrasi drone sama pentingnya. 

Kenapa Drone Harus Dikalibrasi IMU?

Seperti penjelasan sebelumnya, IMU rupanya mengatur banyak komponen lain di dalamnya. Jika dibiarkan, posisi drone ketika mengudara akan tidak stabil serta terlihat miring. Alhasil pengambilan gambar menjadi kurang menyenangkan.

Selain itu, ditambah tidak akuratnya gyrocopter dan barometer membuat pilot tambah kesulitan. kondisi itu membuat drone menjadi miring dan jarak ketinggian tak menentu. 

Apa yang Dilakukan Ketika Kalibrasi?

Akan tersedia petunjuk yang pilot mesti ikut dari aplikasi. Beberapa gerakan perlu dilakukan demi mendapat kestabilan dan akurasi terbang yang tepat.

Pertama, drone akan diminta untuk diletakkan pada permukaan yang rata. Selanjutnya aplikasi controller akan mengidentifikasi posisi drone. Selagi identifikasi dilakukan, petunjuk kalibrasi meminta posisi drone berubah dengan menempelkan semua sisi pada permukaan. 

Kalibrasi drone ini berlangsung sangat singkat sehingga praktis dilakukan. Perhatikan juga pemilihan tempat yang sebaiknya di ruang terbuka dan jauh dari benda metal agar kalibrasi bisa akurat. Ditambah lagi, pastikan ada permukaan rata, kondisi baterai, dan sinyal yang bagus.

Kapan Kalibrasi IMU diperlukan?

  1. Setelah update firmware
  2. Ketika pertama kali memiliki drone
  3. Muncul notifikasi untuk kalibrasi drone
  4. Setiap mencapai 15/30 penerbangan atau lama tidak digunakan
  5. Lakukan setelah terjadi benturan pada drone
  6. Sebelum dan sesudah terbang dengan jarak yang jauh dan tinggi

Sebagai bagian perawatan drone, sertakan juga soal kalibrasi drone ini untuk diperhatikan. Pilot pasti membutuhkan akselerasi, kestabilan, dan ketinggian yang membuat drone jadi andalan. 

Related Articles

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *